Biografi Wayne Rooney

Wayne Rooney adalah pesepakbola Inggris yang membela kesebelasan Manchester United. Ia lahir pada 24 Oktober 1985 dengan nama Wayne Mark Rooney, dari pasangan Jeanette Marie dan Thomas Wayne Rooney. Rooney kecil dibesarkan di Croxteth, pinggiran kota Liverpool, dan mengenyam pendidikan di De La Salle School, bersama kedua saudaranya. Bakat sepakbola dan perawakan tubuh Rooney sering disandingkan dengan gelandang Inggris era 90-an, Paul Gascoigne.

Karir sepakbola Rooney diawali dari klub Everton, tim idolanya semasa kecil. Bahkan, ia punya T-shirt bertuliskan, “Sekali biru, selalu biru”. Ia bergabung dengan tim muda Everton pada usia belum genap sepuluh tahun.

Wayne Rooney

Rooney membuat debut profesional pada 17 September 2002 ketika melawan Tottenham, sekaligus menjadikannya pemain termuda kedua di tim utama dalam sejarah Everton setelah Joe Royle. Sementara gol pertama debut seniornya dicetak ketika ia membantu timnya mengatasi Wrexham di ajang Piala Liga, 2 Oktober 2002. Torehan yang menjadikannya sebagai pencetak gol termuda Everton pada masa itu.

Selang dua minggu, tepatnya 19 Oktober 2002, Rooney mencetak gol sensasional lewat tendangan jarak jauh yang menghujam gawang Arsenal. Gol kemenangan di menit akhir itu juga memutus rentetan tak terkalahkan Arsenal selama 30 pertandingan, sekaligus menahbiskan striker berjuluk Wazza itu sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Premier League masa itu. Pada Desember, ia pun masuk daftar BBC Young Sports Personality of The Year.

Dengan cepat, Rooney bisa menjadi bagian tim utama Everton. Selama dua tahun karirnya di Goodison Park, Rooney mencetak 15 gol dalam 65 penampilan.

Awal musim 2004/2005, Rooney hijrah ke raksasa Inggris, Manchester United, dengan nilai transfer mencapai 25 juta Pounds (setara Rp 469 miliar). Sebuah rekor tersendiri untuk pemain yang kala itu belum genap menginjak 20 tahun. Bahkan, Alex Ferguson, manajer MU saat itu, mengatakan bahwa “Banyak alis terangkat” ketika ia mencoba membujuk dewan direksi untuk memboyong Rooney dari Everton.

Debut Rooney untuk Setan Merah terjadi pada 28 September 2004, ketika mengantarkan MU melumat Fenerbahce 6-2 di ajang Liga Champions. Rooney sukses menyumbang trigol, yang membuat namanya menjadi pemain termuda yang sanggup mencetak hattrick di Liga Champions saat berusia 18 tahun 335 hari.

Kepindahannya ke MU memang bukan sekadar penampilan gemilangnya di Everton, tetapi mengingat usia yang masih muda, bakat dan kemampuan mencetak golnya. Bahkan, Sven Gorran Erikson, pelatih yang menangani Inggris di Piala Dunia 2006, menyebut Rooney sebagai “Pele”-nya Inggris.

Pada 2006, Rooney akhirnya menggenggam trofi pertamanya di United. Dia menjadi “Man of the match” setelah dwigol-nya bersarang di gawang Wigan Athletic, merangkum kemenangan 4-0 untuk United, sekaligus memboyong gelar Piala Liga. Musim 2007/2008, aksi Cristiano Ronaldo memang sempat mencuri perhatian publik Old Tafford dan menjadi sumber pemberitaan tentang United. Namun, penampilan Rooney tetap konsisten dengan menyumbangkan 18 gol di Premier League, serta empat gol di level Eropa. Di akhir musim, duet mautnya dengan Ronaldo mengantarkan MU meraih double winners, gelar Liga Inggris dan Liga Champions.

Pada tahun itu pula, tepatnya 12 Juni 2008, Rooney menikahi Coleen McLoughin, wanita yang telah dipacarinya selama enam tahun. Upacara pernikahan dilangsungkan di Biara Cervara, dekat Genoa. Meski sempat diperingatkan uskup lokal karena La Cervara sedang didekonstruksi dan tidak cocok untuk pernikahan, sejoli ini tetap melangsungkan pernikahan. Pasangan ini kemudian dikaruniai dua anak laki-laki.

Pada musim 2009/2010, Rooney menjadi pemain United ke-20 yang mampu mencetak 100 gol untuk klub. Catatan itu diraihnya ketika ia dua kali menjebol gawang Wigan Athletic dalam kemenangan tandang 5-0 pada 22 Agustus 2009. Di akhir musim, ia dinobatkan sebagai ‘Player of The Year’ oleh PFA (Asosiasi Pemain Profesional).

Musim berikutnya, 2010/2011, manajer Alex Ferguson menyatakan kepada pers bahwa Rooney ingin angkat kaki dari Old Trafford. Namun secara dramatis, ia membuat keputusan untuk menyetujui perpanjangan kontrak lima tahun dengan MU hingga 2015.

Pada musim ini pula, tepatnya 2 April 2011, Rooney mencetak hattrick kelimanya di MU ketika memenangkan partai tandang melawan West Ham United, 4-2. Salah satu golnya juga merupakan gol ke-100 miliknya di pentas Liga Premier Inggris. Dia adalah pemain MU ketiga dengan catatan 100 gol di Liga Premier, bersanding dengan Ryan Giggs dan Paul Scholes.

Selepas pensiunnya Sir Alex dari kursi kepelatihan MU pada akhir musim 2012/2013, berembus kabar bahwa Rooney akan hengkang. Beberapa klub pun terlihat antri untuk meminangnya, seperti Chelsea, Arsenal, Real Madrid, dan Paris Saint-Germain. Namun, berita itu langsung dimentahkan manajer baru, David Moyes. Moyes menegaskan, duet Ronney dengan Robin van Persie tetap menjadi andalan MU untuk mengarungi musim 2013/2014. Pada 21 Februari 2014, Rooney pun setuju memperpanjang kontrak yang bakal mengikatnya di MU hingga 2019.

Sementara karir Rooney di timnas Inggris bermula pada tahun 2003. Ia mendapatkan caps pertamanya pada 12 Februari 2003, dalam sebuah laga persahabatan melawan Australia, pada usia 17 tahun. Usia yang sama ketika ia menjadi pencetak gol termuda bagi Inggris.

Turnamen pertama Rooney untuk The Three Lions adalah Euro 2004. Dalam laga melawan Swiss pada 17 Juni 2004, ia menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah kompetisi setelah menceploskan dua gol. Namun, empat hari berselang, catatan ini dipatahkan gelandang Swiss, Johan Vonlanthen.

Pada babak perempatfinal melawan Portugal, Rooney menerima kartu merah di menit ke-62 karena menginjak bek Portugal, Ricardo Carvalho. Rekan setimnya di MU, Cristiano Ronaldo secara terbuka memprotes tindakannya dan Rooney membalasnya dengan mendorong pemain berjuluk CR7 itu. Wasit yang betugas saat itu, Horazio Elicondo pun mengirim Rooney keluar lapangan.

Selama Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, setelah Inggris hanya meraih hasil imbang lawan Aljazair, para fans yang kecewa langsung mencemooh pemain. Saat meninggalkan lapangan, Rooney pun langsung berkomentar sinis, “Senang melihat fans Anda meneriakkan ‘boo’ kepada Anda, itu pendukung setia.” Tak lama kemudian, ia pun meminta maaf.

Selain kemampuan olah bolanya, Rooney memang dikenal sebagai sosok yang temperamental. Gaya mainnya selalu ngotot. Ini terlihat ketika ia membela timnas dalam partai terakhir kualifikasi Euro 2012 melawan Montenegro. Pada pertandingan itu, Rooney mendapat kartu merah karena menjegal Miodrag Dzudovic. Setelah pertandingan, ia pun mengirim surat pribadi ke UEFA yang berisi permintaan maaf sekaligus penyesalan.

Di kualifikasi Piala Dunia 2014, Rooney mengakhirinya dengan menjadi top skor Inggris dengan tujuh gol. The Three Lions pun dibawanya ke putaran final yang berlangsung di Brazil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *